• 2

    Dec

    TUAH

    Saya berharap ini hanya merupakan kebetulan belaka.Pada hari senin jam 18.00 menjelang solat magrib saya singgah dulu kekantor untuk cek Email. Ternyata ada email dari teman yang mengirimkan design photo saya didampingi oleh mantan presiden kita Bp. H. Muhammad Suharto (alm ). Begitu download Attach email tersebut, seketika saya terkejut melihat photo saya disandingkan dengan mantan penguasa Orde Baru itu. Ada haru ada pula rasa takut dinilai macam-macam oleh kawan se partai. Tapi yang jelas, saya melihat hasil olahan gambar tersebut rasanya nyata dan pas disandingkan. Tapi, lama mengamati gambar itu, kok tiba-tiba bulu roma saya merinding ( bukan karna takut ). Ini serius dan saya tak bohong. Rasanya Aura wajah pak Harto memancar pula kewajahku yang ada disebelahnya ( ini cuma perasaan
  • 22

    Nov

    CELOTEH

    Suatu hari….. Terbit pada sebuah media Batam yang mana pada satu alenia berbunyi ” Saya sering berhadapan dengan Tukang Olah dan Bandit Proposal “.   Dalam tulisan dimedia itu Saya hanya mencoba menjelaskan apa yang benar terjadi dan saya hadapi semenjak terjun kedunia politik dan mencalonkan diri sebagai Anggota Dewan. Namun ternyata apa yang saya ucapkan sebagai ” tukang olah dan Bandit proposal” ternyata sangat menimbulkan respon dari berbagai pihak. Pada hari berbarengan dengan terbitnya berita itu, lebih kurang ada 10 SMS yang masuk ke HP saya yang antara lain mengatakan : ” Hai bro, sejak kapan gua ngolah loe……” ” Bung….Kalau nyumbang tak ikhlas ngak usah!!!!!!! ” Mulai saat ini kami mundur sebagai team
  • 10

    Nov

    Dalam yang Tak Terukur

    Kelakar tak lagi membuatku tertawa. Juga nestapa tak mampu membuatku menangis. Nyanyian terasa datar dan hambar. Cahaya membuatku terasa gulita. Masih berjiwakah raga ini. Aku masih ingin mencoba. Menerjang tebalnya dindang angkara. Nurani mungkin tak boleh bicara. Nurani mungkin tak boleh diajak bicara. Nurani harus tak boleh bicara. Nurani harus diam. sehingga… Angkara, Durjana, Nestapa, selalu akrab dijiwa….. Hati Nurani Kau harus bicara. Kau harus lantang Kau harus tantang Dan kau harus menang. Hingga ragaku mempunyai jiwa kembali. Jika jiwaku telah kembali keragaku. Mana angkara….. Mana Durjana….. Dan mana nestapa…. Kan kuhantam Kau dengan nuraniku. Kan Kumunah punahkan kalian dari jagat raya ini. Dan jangan pernah kalian datang
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post