Politikus kotor atau pun Bersih Masalah Hati.

24 Nov 2008

darwizar1.jpgDULU waktunya sebagian besar diluangkannya untuk bisnis dan keluarga, sekarang ia harus berjibaku membagi waktu untuk keluarga, bisnis dan politik. Sejak beberapa bulan ini lelaki bernama Deswizar memang aktif di dunia politik, ia menjadi calon legislatif (caleg) dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) nomor urut 7 untuk DPRD Batam dapil 2.

Menurutnya, nomor urut bukan rintangan lagi, karena partai besutan Wiranto ini menganut suara terbanyak bukan dari nomor urut. Ia pun merasa lebih lapang dalam memenangkan pemilu mendatang, dan dalam berpolitik ia juga merasa sudah siap.

Bahkan saya siap untuk miskin, tapi saya tidak siap gila dalam berpolitik, seloroh bapak dua anak itu yang kecil selalu mengidolakan gaya kepemimpinan presiden Soeharto dan Wiranto itu.

Banyak hal yang dinginkannya mengapa ia masuk ke gelanggang politik, terutama dalam hal kebijakan yang dibuat legislatif sebelumnya tidak seluruhnya pro rakyat dan lebih mengedepankan kepentingan pribadi.

Ia juga menginginkan, ilmu dan pengalaman yang ia dapat selama belasan tahun jadi pembisnis bisa diterapkan dan dimanfaatkannya nanti jika ia terpilih jadi legislatif. Selain disibukan dalam dua dunia yang berbeda bisnis dan politik, Darwizar juga terkena virus blogger.

Ia selalu menyempatkan diri untuk menulis di blog pribadinya di www. darwizar. blogdetik.com. Berbagai uneg-uneg disampaikannya di blog tersebut, tentunya blog ini juga jadi tempatnya menjangkau dunia yang lebih luas.

Beberapa waktu lalu, POSMETRO berkesempatan berbincang dengan suami dari Yuly Anita ini, berikut petikannya:

Sudah berapa lama Anda masuk ke dunia politik?

Jujur saya akui, saya masuk ke politik ini baru-baru ini saja.

Mengapa Anda tertarik dengan dunia politik?

Karena mendapat dukungan dari rekan-rekan saya di organisasi kemasarakatan dan paguyuban, memang sejak beberapa tahun lalu saya sudah dipercaya untuk jadi pengurus diberbagai oraganisasi dan paguyuban. Melihat saya aktif, beberapa rekan langsung mendukung saya untuk masuk ke politik. Begitu saya terjun, saya langsung dicalonkan jadi caleg untuk Kota Batam. Pada awalnya saya hanyalah seorang vote getter untuk salah satu Calon lainnya di partai Saya ( Hanura ). Namun semenjak dikeluarkannya peraturan terbaru dari DPP yaitu Partai Hanura menggunakan sistem Suara Terbanyak maka istilah vote getter pun sirna. Saya pun dipercaya jadi caleg.

Dalam berpolitik mengapa Anda memilih Hanura?

Saya melihat visi dan misi partai ini sangat sesuai dengan pengembangan ekonomi kerakyatan, dan itu juga sesuai dengan pekerjaan saya di dunia bisnis. Saya jatuh hati, dan memilih partai ini sebagai perahu saya di dunia politik. Jujur saja, saya beruntung punya banyak rekan yang mendukung saya, dan saya juga beruntung karena Hanura memakai sistem suara terbanyak. Meski ada yang menyebutkan sistem ini bertentangan dengan undang-undang. Tetapi jika sistem suara terbanyak ini disusun dan ditata dalam internal partai dengan mengedepankan hati nurani, maka produknya nanti tak akan lagi bertentangan dengan undang undang.

Sejauh ini, bagaimana rasanya berpolitik?

Berpolitik ini sangat menyenangkan juga mengelikan buat saya. Tapi makin lama saya sangat menikmatinya. Ada istilah dalam politik, tiada pertemanan dan persahabatan yang abadi dalam politik selain kepentingan pribadi. Tapi dalam kenyataannya, sangat bertentangan dengan apa yang saya dapatkan ketika bergelut di dunia ini. Saya justru mendapatkan banyak bapak, ibu, abang, kakak, adik dan sejawat lainnya selama saya terjun kedunia politik ini.

Bagaimana Anda menilai politikus kotor?
Politikus kotor atau pun bersih adalah masalah hati.

Metode Anda dalam berkampanye dalam memenangkan kursi legislatif mendatang?

Bermacam ragam teori, metode, sistem cara yang disarankan kepada saya dalam menjalankan kampanye yang sangat panjang dan melelahkan ini. Saya dihadapkan dengan bermacam karakter manusia. Istilah tukang olah, bandit proposal segala istilah lainnya, sebenarnya tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Uang besar apakah akan mendulang massa yang besar.Uang sedikit apakah juga akan mendulang massa yang sedikit pula. Masalah seperti itu yang sering dihadapkan ke kita saat sekarang ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya beruntung mendapat banyak dukungan dari kerabat di paguyuban dan ormas yang saya masuki, dari pendektan ke rekan-rekan tersebutlah saya bisa menyampaikan apa yang akan saya lakukan jika saya terpilih nanti.

Apa yang akan Anda lakukan jika memang terpilih nanti?

Pertama saya akan ucapkan terima kasih pada para pendukung saya yang telah mempercayai saya menjadi wakil mereka di legislatif, tentunya kepercayaan tersebut tidak akan saya sia-siakan dan akan saya laksanakan setulus hati. Dan hal lain yang akan saya lakukan pertama kali, saya akan mengajak rekan-rekan saya di legislatif untuk merubah banyak kebijaksanaan di DPRD.

Apakah kebijaksanaan saat ini banyak yang tidak sesuai dan harus diubah?

Tentu saja, saya melihat hanya 20 persen kebijakan saja yang pro pada rakyat, 80 persen diantaranya mandul dan lebih memintikan kepentingan pribadi dan sangat memberatkan masyarakat.

Contohnya?

Kenaikan listrik, masak diakhir jabatan legislatif sekarang masih sempat untuk menyetujui kenaikan listrik. Kenaikan itu sangat memberatkan masyarakat, seperti saya saja selaku pengusaha, sangat dibertakan karena kenaikan listrik tersebut.

Selain itu, apa yang akan Anda lakukan jika duduk di legislatif?

Basic saya adalah ekonomi dan bisnis, sedikit banyak saya sudah mengetahui masalah manajemen terutama manajemen sumber daya manusia (SDM). Saya berharap dengan pengalaman dan pengetahuan saya dibidang itu, saya bisa meningkatkan SDM di Batam dan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri terutama dalam lapangan kerja. Sejauh ini, tenaga kerja banyak didatangkan dari luar daerah ini karena SDM kita memang belum memadai, saya menginginkan masyarakat daerah sini lebih banyak mendapat peluang kerja.

Terjun di dunia politik, apakah mendapat dukungan dari keluarga?

100 persen keluarga mendukung, bahkan saya dan keluarga siap untuk miskin tapi tidak siap untuk gila dalam dunia politik.

Waktu Anda sekarang banyak tersita untuk politik dan bisnis, berapa persen waktu Anda untuk keluarga?

Persentasenya sulit diukur, tapi sekarang rumah hanya untuk saya tidur saja. Selebihnya banyak waktu saya diluar, untungnya keluarga bisa mengerti. Seperti dalam salah satu syair lagu, sementara biar saja begini…***

Terbit di Posmetro Batam pada Minggu, 09 November 2008


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post